Tampil tanpa delapan pemain pilarnya, para pemain muda PSM Makassar bermain cantik dan melumat Persema Malang dengan skor 4-2 dalam lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/2). Kemenangan ini mendongkrak PSM dua tingkat, dari posisi ketujuh jadi kelima klasemen, dan menggusur Persema ke posisi keenam.
”Jujur saja, saya terkejut. Anak-anak tampil hebat karena mampu mengendalikan rasa gugup,” ungkap Petar Segrt, Pelatih PSM dari Kroasia.
PSM membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui Kaharuddin. Pemain sayap kanan itu lolos dari jebakan off-side dan memanfaatkan umpan terobosan Andi Oddang untuk menjebol gawang Persema yang dijaga kiper Sukasto Effendi.
Setelah mencetak gol, para pemain belakang PSM justru melakukan blunder. Bek Ketut Mahendra gagal mengantisipasi bola terobosan Bima Sakti sehingga penyerang asal Kamerun, Emile Bertrand Mbamba, mampu mengecoh kiper Deny Marcel dan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-21.
Gol penyeimbang itu membuat para pemain Persema lebih percaya diri dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, PSM justru dapat menambah gol pada menit ke-40 setelah umpan dari tendangan bebas Rasyid Bakri disundul oleh Kwon Jun dan langsung masuk ke dalam gawang Persema.
Bek Persema, Naum Sekulovski, melakukan kesalahan fatal saat bola yang dikuasainya mampu dicuri oleh Andi Oddang di kotak penalti. Kapten PSM itu mengecoh kiper Sukasto dan mencetak gol ketiga bagi PSM pada menit ke-58.
Penyerang asal Serbia, Ilija Spasojevic, menyempurnakan kemenangannya dengan mencetak gol pada menit ke-78. Spasojevic yang mendapat umpan dari Oddang langsung melepaskan tembakan voli dari jarak dekat untuk menjebol gawang Persema.
Persema memperkecil ketinggalan lewat bek kiri Joko Prayitno, delapan menit sebelum pertandingan selesai. Deny keliru mengantisipasi umpan lambung Joko ke dalam kotak penalti sehingga bola justru masuk ke gawangnya sendiri.
Pelatih Persema Slave Radovski kecewa dengan kelemahan para pemain dalam mengantisipasi umpan silang dan bola mati. Penampilan buruk Sukasto dianggap semakin memperburuk kinerja lini belakang. ”Para gelandang tak mampu meredam kecepatan PSM sehingga lini belakang kedodoran,” ujarnya.



0 komentar:
Posting Komentar